spot_img
Kamis, April 30, 2026
spot_img
BerandaEmitenSawit Sumbermas Bukukan Laba Rp1,39 Triliun dan Tebar Dividen Rp800 Miliar

Sawit Sumbermas Bukukan Laba Rp1,39 Triliun dan Tebar Dividen Rp800 Miliar

StockHaven – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid sepanjang 2025, ditopang peningkatan produksi, optimalisasi fasilitas pengolahan, serta strategi ekspansi berkelanjutan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Perseroan melaporkan pendapatan mencapai Rp14,81 triliun, melonjak 42,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan volume produksi, penguatan harga jual, serta apresiasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Laba tahun berjalan setelah penyesuaian proforma juga meningkat signifikan sebesar 67,43 persen menjadi Rp1,39 triliun, mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional dan stabilitas margin di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Pada sisi produksi, SSMS mencatat pertumbuhan tandan buah segar (TBS) inti sebesar 4,22 persen menjadi 1,63 juta metrik ton, sementara produksi crude palm oil (CPO) naik 14,23 persen menjadi 527.052 metrik ton. Kenaikan ini didukung perbaikan kualitas bahan baku, peningkatan oil extraction rate (OER), serta optimalisasi kinerja 10 pabrik kelapa sawit Perseroan.

Untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, SSMS menyelesaikan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada akhir 2025, yang memperluas basis aset perkebunan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi. Total aset Perseroan pun meningkat 14,43 persen menjadi Rp13,58 triliun.

Selain ekspansi aset, SSMS juga memperoleh fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp5,13 triliun dari sejumlah lembaga keuangan nasional dan internasional guna mendukung refinancing, kebutuhan operasional, dan ekspansi usaha.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp800 miliar atau Rp83,99 per saham, setara 68,92 persen dari laba tahun berjalan. Sementara sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menegaskan Perseroan terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui sistem ketertelusuran rantai pasok, praktik perkebunan berkelanjutan, serta pemenuhan sertifikasi RSPO dan ISPO. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga daya saing global sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri minyak sawit.

Memasuki 2026, SSMS optimistis prospek industri kelapa sawit tetap positif seiring meningkatnya permintaan global terhadap minyak nabati, pertumbuhan industri pangan, serta kebutuhan energi alternatif berkelanjutan.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini