StockHaven – Perusahaan penyedia jasa keuangan, PT Capital Financial Indonesia Tbk (IDX: CASA), sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta Selatan. Pertemuan sakral ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari pengesahan Laporan Tahunan 2025, penyegaran masa jabatan manajemen, hingga rencana pendanaan korporasi untuk tahun berjalan.
Dalam RUPST tersebut, Direktur Utama CASA, Maliana Herutama Malkan mengatrakan bahwa, para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp189,65 miliar. Dari total keuntungan tersebut, Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta sebagai cadangan wajib sesuai regulasi. Langkah ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan arah kebijakan finansialnya sepanjang tahun ini.
Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp189,15 miliar resmi dibukukan sebagai laba ditahan (retained earnings) sehingga Perseroan dipastikan absen membagikan dividen tahun ini. “Kebijakan tersebut diambil demi memperkuat struktur modal, mendukung pertumbuhan, serta membiayai kegiatan operasional dan ekspansi usaha ke depan. Pihak manajemen menegaskan bahwa penahanan laba ini murni untuk menjaga stabilitas jangka panjang,”katanya.
Hingga 31 Desember 2025, neraca keuangan CASA menunjukkan posisi yang solid dengan total aset mencapai Rp37,30 triliun, disokong oleh struktur liabilitas sebesar Rp24,67 triliun. Ekuitas perusahaan tercatat berada di angka Rp10,40 triliun, didampingi dana peserta yang terhimpun sebesar Rp2,23 triliun. Struktur ini mencerminkan kapasitas besar perusahaan dalam mengelola portofolio keuangan secara terukur.
Dari sisi kinerja operasional, emiten berkode saham CASA ini berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,72 triliun, atau setara dengan 72,68% dari target awal yang dipatok sebesar Rp7,87 triliun. Di sisi lain, realisasi laba bersih sebesar Rp189,66 miliar mencerminkan performa yang cukup baik lantaran berhasil menyentuh angka 90,60% dari target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni sebesar Rp209,33 miliar. RUPST juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyusun paket remunerasi direksi dan komisaris tahun buku 2026.
Beralih ke agenda RUPSLB, pemegang saham sepakat memberikan rapor hijau dengan mengangkat kembali seluruh anggota direksi lama untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Keputusan ini diambil demi menjaga kesinambungan bisnis dan menjadi bukti kuatnya kepercayaan pemegang saham terhadap kepemimpinan Ir. Maliana Herutama Malkan, MSC sebagai Direktur Utama dan Muhamad Aidil Fathany sebagai Direktur.
Sebagai langkah taktis ke depan, RUPSLB juga memberikan mandat kepada direksi untuk mengalihkan, melepaskan hak, atau menjaminkan kekayaan Perseroan dalam satu tahun ke depan guna memfasilitasi pendanaan. Fasilitas keuangan ini nantinya mencakup penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk, baik melalui penawaran umum maupun private placement, yang akan digunakan untuk keperluan perpanjangan fasilitas (extension) hingga pendanaan kembali (refinancing) bagi Perseroan maupun Entitas Anak.


