StockHaven – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mencatatkan dinamika perubahan peta kepemilikan saham menjelang pelaksanaan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Investor individu Andry Hakim tercatat menambah porsi kepemilikannya, sementara Republik Capital Indonesia melakukan divestasi sebagian sahamnya pada tanggal yang sama.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Andry Hakim melakukan transaksi pembelian sebanyak 22.761.349 lembar saham CBRE pada 6 Agustus 2026. Transaksi tersebut dieksekusi pada harga Rp700 per saham, dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp15,93 miliar.
Melalui transaksi ini, kepemilikan Andry Hakim di CBRE meningkat dari sebelumnya 230 juta lembar saham (5,07%) menjadi 252.761.423 lembar saham atau setara dengan 5,57% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Pada tanggal yang sama, Republik Capital Indonesia tercatat melepas sebanyak 90.761.349 lembar saham CBRE, juga pada tingkat harga Rp700 per saham. Dari transaksi penjualan tersebut, Republik Capital Indonesia mengantongi dana segar sekitar Rp63,53 Miliar.
Aksi pelepasan saham tersebut menyusutkan kepemilikan Republik Capital Indonesia di CBRE dari semula 513 juta lembar saham (11,30%) menjadi sekitar 422,23 juta lembar saham atau 9,30%.
Transaksi signifikan dari kedua pemegang saham ini berlangsung di tengah persiapan CBRE menggelar rights issue dengan target pemupukan dana hingga Rp1,91 triliun. Dalam rencana aksi korporasi tersebut, perseroan berniat menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,76 miliar saham baru.
Saat ini, dokumen rencana rights issue perseroan masih berada dalam tahap evaluasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajemen CBRE mengonfirmasi bahwa perseroan tengah aktif berkoordinasi dengan regulator guna memenuhi sejumlah permintaan klarifikasi dan masukan terkait penelaahan dokumen tersebut.
“Manajemen menegaskan bahwa seluruh proses rights issue akan dijalankan secara tertib, transparan, serta tunduk pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal,” tegas manajemen CBRE.
Manajemen menambahkan, aksi penambahan modal ini dirancang untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus menopang ekspansi dan rencana pengembangan bisnis perseroan di masa mendatang.


