spot_img
Kamis, Maret 26, 2026
spot_img
BerandaEmitenSBMA Mantap Diversifikasi Usaha, Fokus ke Konstruksi dan Pengelolaan Limbah B3

SBMA Mantap Diversifikasi Usaha, Fokus ke Konstruksi dan Pengelolaan Limbah B3

StockHaven – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), emiten yang selama ini dikenal bergerak di bidang perdagangan besar bahan kimia anorganik dan gas industri, mengumumkan langkah ekspansi besar dengan menambah lini usaha baru yang berfokus pada industri konstruksi dan pengelolaan limbah berbahaya.

Langkah strategis ini diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 2 Oktober 2025, sesuai ketentuan Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Direktur Utama SBMA, Rini Dwiyanti, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem bisnis gas industri SBMA.

“Ini bukan sekadar diversifikasi, tetapi penguatan rantai nilai kami. Kami ingin memanfaatkan hasil samping produksi acetylene atau limbah karbid menjadi bahan bangunan bernilai tambah,” ujar Rini dalam keterangan resminya.


Diversifikasi Strategis: Dari Gas ke Konstruksi dan Limbah B3

Dalam rencana bisnis baru tersebut, SBMA akan menambahkan tujuh Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Penambahan ini menjadi langkah diversifikasi yang tetap berakar kuat pada industri gas, namun memperluas cakupan usaha ke sektor konstruksi, perdagangan material, dan pengelolaan limbah berbahaya (B3).

Langkah ini dinilai strategis karena meningkatnya permintaan jasa konstruksi dan pengelolaan limbah di Kalimantan Timur, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“SBMA punya first mover advantage sebagai anak daerah. Kami siap menangkap peluang nasional, bukan sekadar pelengkap proyek IKN,” tegas Rini.

Tujuh KBLI baru yang akan diusulkan SBMA antara lain:

  • KBLI 23953 – Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi (paving block dan material bangunan).
  • KBLI 46633 – Perdagangan besar genteng, batu bata, ubin, dan sejenisnya.
  • KBLI 38220Treatment dan pembuangan limbah berbahaya (B3).
  • KBLI 23920 & 23929 – Industri bahan bangunan dari tanah liat dan keramik.
  • KBLI 49432 – Angkutan bermotor untuk barang khusus.
  • KBLI 46100 – Perdagangan besar berdasarkan kontrak proyek.

Rini menambahkan, rencana produksi material bangunan dari limbah karbid menjadi bukti konkret komitmen SBMA dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan.

Kesiapan Struktur dan Dukungan Pasar

Meski sedang melakukan transformasi besar, struktur kepemilikan saham SBMA tetap stabil. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per September 2025, jumlah pemegang saham meningkat menjadi 3.615 investor, naik dari 3.469 pada bulan sebelumnya.

Kenaikan jumlah investor dan kestabilan komposisi kepemilikan mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap arah strategis perusahaan.

“Diversifikasi ini tidak berarti kami meninggalkan bisnis inti gas industri. Justru kami memperkuat fondasi bisnis tersebut dengan menambah sektor yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasi,” jelas Rini.


Transformasi Menuju Industri Hijau

Dengan fondasi bisnis gas yang kokoh dan fokus baru pada sektor berkelanjutan, SBMA menegaskan komitmennya untuk menjadi pelaku industri yang mendukung transformasi hijau nasional.

Keputusan akhir mengenai perubahan kegiatan usaha ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 10 November 2025. Jika disetujui, SBMA akan memasuki babak baru sebagai perusahaan berbasis konstruksi dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini