spot_img
Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img
BerandaEmitenELPI Catat Laba Bersih Rp186,8 Miliar, Bukti Ketahanan di Tengah Gejolak Offshore

ELPI Catat Laba Bersih Rp186,8 Miliar, Bukti Ketahanan di Tengah Gejolak Offshore

StockHaven – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (“ELPI”) mencatat kinerja solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 di tengah dinamika industri pelayaran lepas pantai (offshore). Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp760,95 miliar, mencerminkan pertumbuhan dari kuartal II 2025 sebesar Rp543,66 miliar, meskipun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp893,83 miliar.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa penyelesaian fase periodik docking sejumlah kapal offshore support vessel telah memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan konsolidasian. Menurutnya, kondisi geopolitik global yang dinamis turut memberikan dampak terhadap aktivitas sektor minyak dan gas, namun ELPI tetap mampu menjaga stabilitas operasional.

Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan ketahanan operasional Perseroan yang semakin kuat. “Seluruh kapal yang telah melalui docking kini beroperasi optimal. Kami menjaga keandalan dan produktivitas armada agar setiap proyek berjalan efisien. Stabilitas operasional menjadi fondasi utama dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan,” ujar Eka.

Sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, ELPI menerapkan tiga strategi utama, yaitu optimalisasi, peningkatan kapasitas, dan ekspansi. Dalam aspek optimalisasi, ELPI mengimplementasikan sistem operasi berbasis Safe, Reliable, and Efficient. Dari sisi kapasitas, perusahaan menambah lima armada baru, terdiri atas dua set tug and barge serta tiga unit crewboat. Sementara untuk ekspansi, ELPI telah memperoleh kontrak perdana di kawasan Timur Tengah (Middle East), yang menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kinerja operasional dan kualitas produksi kapal hasil karya afiliasinya, PT Orela Shipyard (“Orela”).

Dari sisi keuangan, Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, melaporkan bahwa Perseroan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp186,81 miliar, dengan EBITDA Rp314,25 miliar dan margin EBITDA mencapai 41%. Efilya menjelaskan bahwa efisiensi biaya menjadi faktor utama dalam menjaga profitabilitas di tengah kenaikan biaya operasional global sektor offshore support vessel.

“Pendekatan efisiensi diterapkan di seluruh lini bisnis, termasuk optimalisasi perawatan kapal dan pemanfaatan sumber daya. Langkah ini menjaga arus kas tetap kuat sekaligus memperkuat margin profitabilitas,” ujarnya. Ia menambahkan, current ratio ELPI meningkat menjadi 630% dari 421% pada periode yang sama tahun lalu, menandakan likuiditas yang kuat. Sementara Debt to Equity Ratio (DER) membaik menjadi 23% dari 27%, menunjukkan struktur permodalan yang solid dan ruang ekspansi yang sehat.

Wawan Heri Purnomo menambahkan bahwa kinerja kuartal III ini menegaskan ketahanan ELPI menghadapi gejolak di industri pelayaran, baik offshore maupun non-offshore. Perusahaan kini telah mengidentifikasi fokus usaha menjadi dua bidang utama: offshore dan dry bulk. Untuk pasar domestik akan dikelola langsung oleh ELPI, sementara pasar internasional ditangani oleh PT Ekalya Purnamasari Offshore (ELPIO). Adapun segmen dry bulk dijalankan melalui entitas anak dan afiliasi, yakni PT Samudera Luas Sejahtera Abadi (SLSA), PT ELPI Nusantara Armada (ENA), dan PT ELPI Trans Cargo (ETC).

“Menjelang akhir tahun, kami optimistis kinerja akan terus menguat seiring peningkatan utilisasi kapal dan penambahan armada di segmen dry bulk. Hal ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan pendapatan pada kuartal berikutnya serta memperkuat posisi ELPI sebagai perusahaan pelayaran nasional yang tangguh dan berorientasi pada keberlanjutan di pasar domestik, Asia Pasifik, hingga Timur Tengah,” tutup Wawan.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini