spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaEmitenPendapatan Tumbuh 43%, SKB Food (RAFI) Perkuat Komitmen ESG di Sektor Kuliner...

Pendapatan Tumbuh 43%, SKB Food (RAFI) Perkuat Komitmen ESG di Sektor Kuliner Nasional

StockHaven – PT Sari Kreasi Boga Tbk (IDX: RAFI), atau dikenal dengan SKB Food, tengah menapaki babak baru dalam perjalanan bisnisnya. Tak hanya berfokus pada profit, emiten di sektor makanan, minuman, dan waralaba ini kini memantapkan arah menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan, berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Di bawah kepemimpinan Eko Pujianto, selaku Chief Executive Officer, SKB Food menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari DNA perusahaan. Setiap langkah bisnis — mulai dari rantai pasok bahan baku hingga ekspansi waralaba — kini diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). “Kami tidak hanya bicara soal keuntungan, tapi juga bagaimana perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat dan tetap menjaga lingkungan,” ujar Eko dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

Eko menambahkan, implementasi prinsip keberlanjutan dijalankan melalui kolaborasi dengan masyarakat. SKB Food membuka peluang kemitraan bagi warga sebagai penjual maupun distributor, sehingga menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguatkan antara perusahaan dan komunitas. “Dengan membuka ruang kemitraan, kami ingin pertumbuhan bisnis juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kinerja Keberlanjutan

Komitmen SKB Food terhadap keberlanjutan tidak hanya sebatas visi, tetapi juga tercermin dalam kinerja keuangannya. Sepanjang 2024, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp582,84 miliar, tumbuh 43,04% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan bahan baku menjadi kontributor utama dengan nilai Rp541,21 miliar, disusul oleh segmen makanan-minuman dan waralaba.

Dari sisi lingkungan, SKB Food mengadopsi berbagai inovasi hijau. Salah satunya dengan memanfaatkan kontainer bekas menjadi outlet kebab, sebagai bentuk pengurangan limbah dan penggunaan material baru. Perusahaan juga menerapkan prinsip 3R — Repair, Recycle, Reuse — untuk menekan limbah produksi.

Sisa bahan baku seperti ikan dan daging yang tidak layak jual diolah menjadi pakan hewan, sementara kulit padi dan gabah diubah menjadi pakan ternak, dan sekamnya diproses menjadi briket. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan target zero waste management di seluruh rantai produksi.

Bisnis Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir

Ke depan, SKB Food akan terus memperkuat fondasi keberlanjutan dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perusahaan menyiapkan langkah strategis untuk memperbaiki rantai produksi dari hulu ke hilir sambil menjaga kelestarian lingkungan.

“Orientasi kami jelas — memperluas jaringan distribusi dan memperkuat segmen food supply serta waralaba dengan tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan,” ujar Eko menutup pernyataannya.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini