StockHaven – PT Cipta Sarana Medika Tbk (IDX: DKHH), atau dikenal dengan DKH Hospitals, mencatat lonjakan laba bersih signifikan hingga 243% pada kuartal III 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi efisiensi yang diterapkan manajemen, sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan pendapatan.
Sepanjang periode Januari hingga September 2025, laba bersih DKHH meningkat dari Rp2,04 miliar menjadi Rp6,82 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tersebut membuat laba per saham perseroan mencapai Rp993 per akhir September 2025. “Kami bersyukur atas kepercayaan investor serta masyarakat terhadap perusahaan. Kami akan terus memperkuat posisi sebagai penyedia layanan kesehatan di wilayah underserved yang adaptif dan bertumbuh cepat, sejalan dengan visi kami ‘Mewujudkan Indonesia Sehat’,” ujar Satria M. Wilis, Direktur Utama DKHH.
Kinerja positif tersebut tidak lepas dari penerapan strategi efisiensi biaya yang efektif. Emiten yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Mei 2025 ini mampu menekan sejumlah beban usaha meskipun pendapatan sedikit menurun. Total beban usaha perseroan turun dari Rp24,81 miliar menjadi Rp18,79 miliar, didorong oleh penurunan beban penjualan dari Rp4,49 miliar menjadi Rp2,13 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi juga berhasil ditekan dari Rp20,33 miliar menjadi Rp16,65 miliar.
Selain itu, beban keuangan DKHH turun dari Rp8,60 miliar menjadi Rp7,56 miliar. Penurunan berbagai beban tersebut mampu mengimbangi kontraksi pendapatan yang turun tipis dari Rp113,28 miliar menjadi Rp110,91 miliar hingga akhir September 2025. Dengan capaian ini, manajemen DKHH tetap optimistis target sepanjang tahun dapat terlampaui, dengan proyeksi laba bersih sebesar Rp8,2 miliar dan pendapatan mencapai Rp165 miliar. Perseroan berkomitmen menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham maupun masyarakat luas.


