Kinerja Membaik di Kuartal III-2026, RMKO Cetak Laba Bersih Rp48,6 Miliar

Kinerja Membaik di Kuartal III-2026, RMKO Cetak Laba Bersih Rp48,6 Miliar
Bacakan Artikel

StockHaven - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) membukukan kinerja keuangan yang positif pada kuartal ketiga 2026 (3Q 2026). Perusahaan jasa pendukung pertambangan dengan infrastruktur terintegrasi ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp48,6 miliar dan EBITDA mencapai Rp74,8 miliar, yang ditopang oleh pertumbuhan volume hauling, train loading, serta progres proyek konstruksi.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan usaha pada 3Q 2026 tumbuh solid sebesar 32,8% secara tahunan (year-on-year / YoY) menjadi Rp164,1 miliar. Secara kumulatif periode sembilan bulan pertama (9M 2026), pendapatan usaha melonjak 57,4% YoY menjadi Rp345,3 miliar.

Seluruh segmen bisnis perseroan mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 9M 2026:

Lonjakan Volume Operasional

Kenaikan pendapatan ini sejalan dengan pertumbuhan volume operasional menyusul bertambahnya pelanggan baru. Volume hauling pada 3Q 2026 melonjak 138,5% YoY menjadi 578,7 ribu ton, sehingga secara kumulatif 9M 2026 mencapai 1,1 juta ton atau naik 122,4% YoY.

Sementara itu, volume train loading pada 3Q 2026 naik 77,9% YoY menjadi 994,8 ribu ton. Secara kumulatif 9M 2026, volume train loading menyentuh angka 2,3 juta ton, melesat 155,9% YoY.

Direktur Operasional RMKO, Daniel Yosa, mengungkapkan bahwa pendorong utama perbaikan kinerja periode ini adalah bertambahnya tambang pihak ketiga yang menjadi mitra perseroan. Sepanjang 2026, RMKO telah melayani enam perusahaan tambang, yakni PT Duta Bara Utama, PT Cakrawala Pratama Manunggal, PT Sahala Bara Lestari, PT Ulima Nitra, PT Sinar Wijaya Energi, dan PT Tiga Putri Bersaudara.

"Kami akan terus mendukung implementasi investasi grup pada hauling road ini, dengan menambah konektivitas ke tambang-tambang potensial dan meningkatkan kekuatan jalan dengan chip seal untuk mendukung fase pertumbuhan volume berikutnya," ujar Daniel dalam konferensi pers, Rabu (4/11).

Profitabilitas Berbalik Positif dan Neraca Menguat

Dari sisi profitabilitas, EBITDA 3Q 2026 meroket 225,6% YoY menjadi Rp74,8 miliar dengan tingkat margin mencapai 45,6%. Secara kumulatif 9M 2026, EBITDA perseroan mencapai Rp59,4 miliar (margin 17,2%), berbalik dari posisi negatif Rp9,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih 3Q 2026 turut mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1.034% YoY menjadi Rp48,6 miliar dengan margin bersih 29,6%. Secara kumulatif 9M 2026, RMKO membukukan laba bersih Rp1,2 miliar, membaik drastis dari rugi bersih Rp51,3 miliar pada 9M 2025.

Perbaikan juga terlihat jelas pada struktur permodalan dan neraca perseroan per 3Q 2026. Total aset meningkat 10,6% menjadi Rp616,2 miliar dibanding posisi akhir 2025. Di sisi lain, total liabilitas turun 14,2% menjadi Rp325,1 miliar, dengan total utang finansial anjlok 40,6% dari Rp95,5 miliar menjadi Rp56,7 miliar (terdiri atas utang jangka pendek Rp35,6 miliar dan utang jangka panjang Rp21,1 miliar).

Total ekuitas perseroan pun melesat 63,4% menjadi Rp291,1 miliar. Alhasil, rasio Debt-to-Equity (DER) membaik signifikan dari 0,54x menjadi 0,19x, jauh berada di bawah batas covenant kredit maksimum sebesar 2,5x.

Penguatan ekuitas ini salah satunya didukung oleh pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I yang rampung pada 21 Juli 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp114,3 miliar dari penerbitan 326.712.095 saham baru di harga Rp350 per saham. Pemegang saham utama, PT RMK Investama, mengeksekusi seluruh haknya senilai Rp108,0 miliar, sementara publik berpartisipasi sebesar Rp6,3 miliar.

Direktur Keuangan RMKO, Elbert, menambahkan bahwa layanan terintegrasi dari hulu ke hilir menciptakan sumber pendapatan berurutan (sequential revenue) dari volume batubara yang sama. "Kami berharap pertumbuhan berlanjut seiring perluasan tambang yang dilayani, dengan dukungan kejelasan RKAB dan kebijakan ekspor," tutup Elbert.