spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaEmitenMulai Berlayar di Bursa Hari Ini, Emiten (PJHB) Bakal Raup Rp158 Miliar...

Mulai Berlayar di Bursa Hari Ini, Emiten (PJHB) Bakal Raup Rp158 Miliar dari IPO

StockHaven – Setelah mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) selama masa penawaran umum perdana saham (IPO), PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (IDX: PJHB) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-24 tahun 2025.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional yang berfokus pada jasa angkutan kapal (vessel chartering) khusus jenis Landing Craft Tank (LCT), kehadiran PJHB di lantai bursa diyakini akan menjadi daya tarik baru bagi investor yang mencari emiten dengan fundamental bisnis kuat dan berkelanjutan.

Dalam penawaran umum yang berlangsung pada 31 Oktober – 4 November 2025, PJHB melepas 480 juta saham baru atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp50 per saham. Harga penawaran ditetapkan di Rp330 per saham, berada pada batas atas rentang harga bookbuilding Rp310–Rp330 per saham. Penetapan di level tertinggi ini mencerminkan optimisme serta tingginya minat investor terhadap prospek bisnis PJHB.

Dalam aksi korporasi ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Direktur Pilarmas Investindo Sekuritas, William Siddharta, mengungkapkan bahwa saham PJHB mengalami kelebihan permintaan hingga 267,04 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling).

“Rangkuman hasil penawaran umum melalui platform e-IPO menunjukkan terjadinya oversubscription terhadap porsi penjatahan terpusat sebesar 267,04 kali. Total dana investor yang masuk mencapai sekitar Rp6,3 triliun, menandakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap prospek usaha Perseroan,” ujar William di Jakarta, Kamis (6/11).

Dengan capaian tersebut, PJHB menjadi salah satu emiten baru di 2025 yang mendapat sambutan positif dari investor ritel maupun institusional.

Bersamaan dengan IPO, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I dengan rasio 2:1, di mana setiap pemegang dua saham baru berhak atas satu waran. Setiap waran memberikan hak membeli satu saham baru PJHB dengan harga pelaksanaan Rp330 per saham. Jika seluruh waran dieksekusi, Perseroan berpotensi meraih tambahan dana hingga Rp79,2 miliar yang akan digunakan sebagai modal kerja untuk operasional kapal baru.

William menambahkan, tingginya minat investor terhadap saham PJHB didukung oleh stabilitas bisnis dan potensi pertumbuhan perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut dalam negeri untuk alat berat dan kontainer menggunakan kapal LCT.

Sejak berdiri pada 2008, PJHB telah dipercaya oleh sejumlah klien besar di sektor energi, pertambangan, dan perkebunan. Saat ini, Perseroan memiliki lima unit kapal dengan kapasitas angkut 1.300–2.500 metrik ton, serta berencana membangun tiga unit kapal baru menggunakan dana hasil IPO.

Pembangunan kapal baru ini bertujuan mendukung pengembangan bisnis dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat hingga kontainer dari klien. Seluruh armada eksisting PJHB saat ini memiliki tingkat utilisasi maksimum, sehingga penambahan kapal baru menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas dan meningkatkan efisiensi layanan.

Dari sisi keuangan, PJHB menargetkan pertumbuhan signifikan dengan pendapatan diproyeksikan mencapai sekitar Rp144 miliar dalam lima tahun ke depan, atau naik hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024. Laba bersih juga diperkirakan akan meningkat hingga tiga kali lipat pada periode yang sama.

Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie (akrab disapa Abie), menyampaikan bahwa keputusan melakukan IPO merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan dan mempercepat ekspansi bisnis.

“Seluruh dana hasil IPO – setelah dikurangi biaya emisi – akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk membangun tiga kapal baru jenis LCT berkapasitas 2.500 DWT. Pembangunan ini bagian dari strategi jangka panjang kami untuk meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat serta kontainer dari klien,” jelas Abie.

Dari total biaya pembangunan tiga kapal tersebut, sekitar 94,11% atau Rp153,4 miliar akan dibiayai dari dana hasil IPO, sementara sisanya 5,89% atau Rp9,6 miliar berasal dari kas internal.

Selain itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja untuk operasional kapal baru guna mendukung kegiatan usaha Perseroan.

Abie menegaskan, pencatatan saham PJHB di BEI menjadi momentum penting dalam memperluas akses pendanaan, meningkatkan tata kelola, serta memperkuat daya saing di industri pelayaran nasional.

“Kami berharap kehadiran PJHB di Bursa Efek Indonesia dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan ini. Kami juga ingin menjadi contoh perusahaan pelayaran nasional yang tumbuh berkelanjutan dan berorientasi pada nilai tambah bagi pemegang saham,” ujarnya.

Abie menambahkan, sebagian besar klien PJHB merupakan pelanggan loyal yang terus memperpanjang kontrak kerja sama, mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kualitas layanan dan ketepatan waktu pengiriman yang menjadi keunggulan utama Perseroan.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini