spot_img
Selasa, Juli 28, 2026
spot_img
BerandaEmitenDidukung Grup Djarum, BACH Perkuat Prospek Bisnis Infrastruktur Digital Nasional

Didukung Grup Djarum, BACH Perkuat Prospek Bisnis Infrastruktur Digital Nasional

StockHaven – PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH) memasuki fase baru pengembangan bisnis setelah Grup Djarum melalui Global Telekomunikasi Prima (GTP) resmi menjadi pemegang saham pengendali. Masuknya Grup Djarum dinilai bukan sekadar perubahan struktur kepemilikan, tetapi juga mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan Perseroan sekaligus memperkuat posisi BACH di sektor infrastruktur digital nasional.

Komitmen tersebut tercermin dari mekanisme penguncian (lock-up) saham milik para pendiri setelah pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh saham pendiri ditempatkan melalui penjamin pelaksana emisi sehingga tidak dapat langsung diperjualbelikan di pasar. Langkah tersebut menunjukkan keyakinan para pendiri terhadap prospek jangka panjang perusahaan dan komitmen untuk terus bertumbuh bersama Perseroan.

Setelah transaksi efektif, Global Telekomunikasi Prima akan menguasai 51% saham BACH. Dengan demikian, Perseroan menjadi bagian dari ekosistem Grup Djarum yang telah memiliki sejumlah perusahaan infrastruktur telekomunikasi, antara lain Protelindo, TOWR, iForte, dan SUPR. Sinergi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan proyek, perluasan basis pelanggan, hingga peningkatan pendapatan berulang (recurring income) dari jasa konstruksi, pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, serta bisnis penjualan dan penyewaan generator set (genset).

Dari sisi kinerja keuangan, BACH mencatat pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,73 triliun atau meningkat hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp156 miliar. Selain itu, Net Profit Margin (NPM) meningkat menjadi 9%, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 29%.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh bertumbuhnya bisnis penjualan dan penyewaan genset yang kini menjadi kontributor terbesar pendapatan Perseroan. Efisiensi operasional yang terus dilakukan juga menjadi faktor pendukung peningkatan profitabilitas perusahaan sepanjang tahun lalu.

Ke depan, prospek bisnis BACH diperkirakan masih terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan solusi cadangan listrik (backup power) untuk kawasan industri, sektor pertambangan, pusat data (data center), serta pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Di saat yang sama, percepatan digitalisasi nasional, ekspansi jaringan fiber optik, dan implementasi teknologi 5G diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap layanan konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi salah satu lini usaha utama Perseroan.

Prospek tersebut juga didukung kondisi makroekonomi Indonesia yang tetap kondusif. Standard & Poor’s (S&P) baru-baru ini mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek dengan outlook stabil. Penilaian tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional, prospek pertumbuhan yang tetap solid, serta kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kondisi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor dan menciptakan iklim investasi yang lebih positif bagi perusahaan-perusahaan infrastruktur, termasuk BACH.

Dengan dukungan ekosistem Grup Djarum, fundamental yang terus menguat, komitmen para pendiri mempertahankan kepemilikan saham, serta prospek industri dan ekonomi nasional yang dinilai positif, PT Bach Multi Global Tbk optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perusahaan pendukung infrastruktur digital dan ketahanan energi dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini