StockHaven – PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,1 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Total dividen yang akan dibagikan perseroan mencapai sekitar Rp1,6 miliar atau setara 10,14 persen dari laba bersih tahun berjalan 2025 sebesar Rp15,98 miliar. Pembagian dividen ini menjadi yang pertama bagi RGAS sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2023.
Presiden Direktur RGAS, Edy Nurhamid Amin, mengatakan pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas dukungan terhadap perseroan. “Dividen ini setara Rp1,1 per saham,” ujar Edy usai pelaksanaan RUPST.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui penyisihan dana cadangan umum sebesar Rp1 miliar dari laba bersih. Adapun sisa laba sekitar Rp13,38 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan. Sementara itu, pembayaran dividen dijadwalkan pada 19 Juni 2026, sedangkan jadwal cum dividen, ex dividen, dan recording date akan diumumkan kemudian.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), pemegang saham turut menyetujui rencana penambahan kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 46739. KBLI tersebut mencakup perdagangan besar bahan konstruksi, perlengkapan perpipaan, perkakas, dan peralatan pemanas lainnya.
Menurut Edy, penambahan KBLI baru tersebut bertujuan memperkuat rantai pasok pada unit Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang telah dijalankan perseroan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan margin keuntungan melalui pengadaan mandiri, sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan eksisting terhadap perlengkapan perpipaan dan alat instrumentasi secara lebih komprehensif.
Saat ini RGAS bergerak di bidang jasa penunjang industri gas, mulai dari penyediaan produk, perdagangan peralatan, hingga layanan EPC. Perseroan juga menyediakan berbagai perlengkapan instalasi gas seperti regulator, gas meter, pressure gauges, Metering and Regulating Station (MRS), serta perlengkapan industri penunjang migas lainnya.
Untuk mendukung kegiatan usaha baru, produk yang akan diperdagangkan di antaranya sambungan pipa khusus atau monolithic insulating joints dan perlengkapan instrumentasi perpipaan untuk industri gas dan energi. Perseroan menilai kegiatan usaha baru tersebut masih sejalan dengan rantai nilai bisnis utama sehingga relevan dengan pengembangan usaha yang telah berjalan.
Dari sisi kinerja, RGAS membukukan penjualan sebesar Rp272,53 miliar pada 2025 atau melonjak 275,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp72,52 miliar. Laba bersih perseroan meningkat 497,56 persen menjadi Rp15,95 miliar dari Rp2,66 miliar pada 2024. Perseroan menilai prospek usaha masih terbuka seiring dorongan pemerintah dalam peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk program jaringan gas rumah tangga (jargas) Kementerian ESDM pada periode 2025–2027.


