spot_img
Kamis, Februari 5, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisCFX Resmi Turunkan Biaya Transaksi, Targetkan Pasar Kripto RI Lebih Kompetitif Global

CFX Resmi Turunkan Biaya Transaksi, Targetkan Pasar Kripto RI Lebih Kompetitif Global

StockHaven – PT Central Finansial X (CFX), bursa aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan pentingnya dukungan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan industri aset kripto global. Dukungan tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan jumlah konsumen, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, struktur biaya transaksi yang masih kurang kompetitif memicu kekhawatiran. Konsumen Indonesia yang cenderung sensitif terhadap harga berpotensi beralih ke platform offshore tidak berizin yang menawarkan biaya lebih rendah. Berdasarkan studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), volume perdagangan konsumen Indonesia melalui platform offshore tidak berizin tercatat mencapai 2,6 kali lebih besar dibandingkan platform berizin di dalam negeri. Hal ini menunjukkan masih adanya ruang yang perlu dioptimalkan guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.

Sebagai upaya memperkuat daya saing ekosistem aset kripto nasional terhadap industri global, khususnya dari sisi struktur biaya transaksi, Bursa Kripto CFX menyelenggarakan CFX Cryptalk di CFX Tower pada 2 Februari 2026. Forum ini juga menjadi wadah untuk mengeksplorasi berbagai potensi solusi agar pasar domestik semakin atraktif.

CFX Cryptalk edisi perdana tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Djoko Kurnijanto; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 yang kini menjabat sebagai Komisaris Bursa Kripto CFX, Hoesen; Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani; serta Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Robby.

“Aspek regulasi dan pengawasan oleh otoritas, serta dukungan ekosistem perdagangan aset keuangan digital yang telah terbentuk, dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing sektor aset keuangan digital Indonesia di tingkat global,” ujar Djoko Kurnijanto dalam sesi diskusi CFX Cryptalk.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menyebutkan tingginya biaya transaksi pada platform pedagang berizin OJK dibandingkan platform offshore tidak berizin telah memicu capital outflow yang signifikan. Menurutnya, Indonesia memerlukan insentif yang lebih kompetitif untuk menarik kembali pasar tersebut. “Masih terdapat ketimpangan biaya transaksi antara platform domestik dan global. Hal ini kerap membuat pengguna beralih ke luar negeri. Kunci untuk menarik kembali minat konsumen lokal adalah dengan menciptakan struktur biaya yang lebih kompetitif,” jelas Subani.

Ketua ABI, Robby, turut menegaskan pentingnya strategi untuk menahan minat konsumen agar tidak beralih ke platform asing. Menurutnya, biaya transaksi yang lebih kompetitif dibutuhkan pedagang untuk meningkatkan volume transaksi. “Penurunan biaya menjadi insentif bagi konsumen di Indonesia agar lebih aktif bertransaksi di PAKD dan tidak lagi beralih ke luar negeri,” ujarnya.

Pada akhir diskusi, Subani menyampaikan inisiatif Bursa Kripto CFX untuk menurunkan biaya transaksi bursa secara bertahap guna meningkatkan daya saing pasar Indonesia. Saat ini, biaya transaksi bursa sebesar 0,04% per transaksi akan diturunkan menjadi 0,02% mulai 1 Maret 2026, dan kembali diturunkan menjadi 0,01% pada 1 Oktober 2026.

“Bursa mendengarkan aspirasi konsumen dan PAKD. Dengan biaya transaksi yang lebih kompetitif, kami optimistis dapat membangun pangsa pasar yang lebih besar dan menarik kembali konsumen dari platform offshore tidak berizin. Langkah ini diharapkan turut memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, termasuk peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak,” ujar Subani.

Menanggapi kebijakan tersebut, Robby menilai penurunan biaya transaksi bursa akan memberikan dampak positif bagi konsumen di Indonesia. “Biaya yang lebih kompetitif akan mendorong konsumen lebih aktif bertransaksi di dalam negeri. Kami mengapresiasi langkah Bursa Kripto CFX karena kebijakan ini memberikan kenyamanan dan daya tarik lebih bagi pengguna,” tutup Robby.

Ke depan, CFX Cryptalk diharapkan dapat menjadi forum yang mempertemukan perspektif regulator dan bursa dalam membahas penguatan daya saing industri aset kripto nasional secara komprehensif, sekaligus merumuskan pandangan bersama untuk membangun ekosistem perdagangan yang efisien, likuid, berintegritas, dan semakin menarik bagi investor global.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini