spot_img
Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
BerandaEmitenMasuk Pemegang Saham Baru, PIPA Fokus Garap Ekosistem Migas Terintegrasi

Masuk Pemegang Saham Baru, PIPA Fokus Garap Ekosistem Migas Terintegrasi

StockHaven – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memanfaatkan momentum Public Expose Tahunan 2025 untuk mengumumkan arah baru transformasi bisnis perseroan. Perubahan fundamental ini didorong oleh masuknya PT Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai pemegang saham pengendali baru.

Perseroan kini memasuki fase transisi strategis dari entitas manufaktur berbasis PVC menjadi holding investasi yang berfokus pada sektor energi, khususnya pengembangan ekosistem minyak dan gas (migas) terintegrasi. Transformasi tersebut dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat infrastruktur serta ketahanan pasokan energi domestik.

Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, Imanuel Kevin Mayola, menyampaikan optimisme manajemen terhadap langkah korporasi tersebut. “Kami optimistis rangkaian aksi korporasi ini akan menjadi katalis positif bagi peningkatan nilai perseroan dalam jangka menengah hingga panjang, termasuk potensi pertumbuhan kapitalisasi pasar,” ujarnya di hadapan pemegang saham dan investor.

Manajemen menjelaskan bahwa sejak Oktober 2025, kendali perseroan secara resmi telah beralih kepada PT Morris Capital Indonesia. Saat ini, MCI tengah memproses Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang ditargetkan rampung pada awal 2026.

Adapun komposisi kepemilikan saham PIPA saat ini terdiri atas 49,92% saham milik MCI dan 50,08% saham publik. Struktur tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk tetap menjaga porsi kepemilikan publik yang signifikan.

Sebagai fondasi transformasi ke depan, PIPA memaparkan sejumlah inisiatif strategis yang akan dijalankan pada 2026. Pertama, investasi inti bisnis melalui rencana penanaman modal pada aset pengolahan minyak dan gas dengan estimasi nilai hingga Rp300 miliar. Investasi ini diharapkan menjadi sumber pendapatan utama jangka panjang dengan margin yang lebih optimal.

Kedua, penguatan infrastruktur melalui rencana penerbitan obligasi senilai sekitar Rp460 miliar guna mendukung pengembangan logistik dan infrastruktur energi, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi migas.

Ketiga, ekspansi perdagangan dengan menargetkan akuisisi perusahaan afiliasi di sektor perdagangan migas. Rencana ini diproyeksikan dibiayai melalui penerbitan obligasi dengan nilai hingga Rp200 miliar.

Serangkaian langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan pendapatan berulang, memperbaiki struktur margin, serta memperkuat posisi PIPA dalam rantai pasok industri energi nasional.

Sebagai bagian dari penyesuaian struktur organisasi dan tata kelola pasca-akuisisi, perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Februari 2026. Agenda utama rapat mencakup perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, serta pemberian persetujuan awal atas rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue yang ditargetkan terlaksana pada kuartal III 2026.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini