PT Pos Properti Indonesia mempercepat langkah ekspansinya di tengah tekanan industri properti nasional dengan meluncurkan tiga inisiatif bisnis strategis sekaligus. Langkah tersebut meliputi pengembangan co-living berkonsep baru bernama Homy Nomad, penguatan lini bisnis konstruksi dan desain, serta pengembangan kawasan perumahan milenial di Harjamukti, Depok, hasil kolaborasi dengan Ruma Development. Strategi diversifikasi ini terbukti berhasil menjaga stabilitas pendapatan perusahaan sepanjang 2025, sekaligus mendorong target ambisius pertumbuhan sebesar 18 persen pada tahun 2026—melampaui proyeksi pertumbuhan industri nasional yang hanya berada di kisaran 5 persen.
Homy Nomad Coliving: Menjawab Gaya Hidup Generasi Urban
Menangkap momentum pergeseran gaya hidup generasi muda perkotaan, Pos Properti Indonesia resmi menghadirkan Homy Nomad. Konsep co-living ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan hunian fleksibel kaum urban. Sebagai tahap awal, dua lokasi perdana berkapasitas total 39 unit kamar telah beroperasi di kawasan strategis Jakarta, yaitu di Fatmawati dan Gandaria (Haji Nawi), yang terintegrasi langsung dengan akses transportasi publik serta pusat aktivitas kota.
Respons pasar terhadap Homy Nomad tercatat sangat positif sejak peluncuran perdana, ditandai dengan tren tingkat hunian (occupancy rate) yang terus merangkak naik bahkan sebelum kampanye pemasaran besar-besaran dilakukan. Ke depan, perusahaan berencana memperluas konsep ini ke kota-kota besar lain di Indonesia menggunakan pendekatan berbasis data guna memastikan ekspansi yang terukur.
“Di tengah dinamika ekonomi, kami tidak melihat krisis, melainkan peluang. Homy Nomad adalah wujud nyata adaptasi kami terhadap kebutuhan hunian generasi muda yang semakin dinamis dan mobile. Dengan lokasi yang terintegrasi transportasi publik dan ekosistem urban, kami percaya co-living bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan struktural jangka panjang,” ujar Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia.
Komersialisasi Bisnis Design & Construction
Selain bertumpu pada bisnis properti berbasis sewa yang selama ini menjadi tulang punggung dengan kontribusi 50–60 persen terhadap total pendapatan, Pos Properti Indonesia kini aktif membidik peluang di lini Design & Construction. Unit bisnis ini menawarkan layanan konsultasi arsitektur, perancangan, dan konstruksi komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan klien korporasi maupun institusi.
Penguatan lini ini memanfaatkan jaringan aset dan rekam jejak panjang Pos Properti dalam mengelola gedung-gedung bersejarah milik PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Keahlian dalam transformasi fungsi bangunan (adaptive reuse) dan renovasi bernilai heritage—termasuk kesuksesan inisiatif Pos Bloc sebagai creative hub—menjadi diferensiasi kuat perusahaan di tengah persaingan jasa konstruksi nasional.
“Kapabilitas Design & Construction yang kami bangun bukan semata unit bisnis baru, melainkan kelanjutan dari keahlian kami dalam mengelola, merestorasi, dan mentransformasi aset. Kami memiliki pengalaman teknis yang teruji, SDM bersertifikat, dan portofolio proyek yang nyata. Kami siap mengkomersialisasikan keahlian tersebut untuk siapa saja yang tertarik berkolaborasi,” jelas Abdul Hadi, Chief Operating Officer PT Pos Properti Indonesia.
Kawasan Perumahan Harjamukti Depok: Hunian Milenial Dekat LRT
Melalui kemitraan strategis dengan Ruma Development, Pos Properti Indonesia turut mengembangkan kawasan perumahan di Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok. Berdiri di atas lahan seluas 7.925 m², proyek ini berlokasi sangat strategis di antara empat wilayah penyangga Jabodetabek (Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor) serta hanya berjarak beberapa menit dari Stasiun LRT Harjamukti dan akses Tol Cibubur.
Proyek ini akan menghadirkan sekitar 60 unit rumah dengan harga mulai dari Rp1,4 miliar yang ditujukan bagi keluarga muda dan pembeli rumah pertama (first-time homebuyers). Melalui skema pembiayaan dan persetujuan bank, konsumen sudah dapat memiliki hunian dengan estimasi cicilan sekitar Rp12 jutaan per bulan.
Langkah ini diambil untuk merespons data pasar yang menunjukkan bahwa 55 persen pembeli rumah di Jabodetabek pada tahun 2024 berasal dari usia produktif yang mendambakan hunian strategis dekat transportasi publik. Mengusung pendekatan urban living, kawasan ini mengintegrasikan fasilitas komersial, ruang hijau, dan lingkungan ramah keluarga yang sejalan dengan tren hunian 2026 yang menekankan kenyamanan fungsional sehari-hari.
Tetap Optimistis di Tengah Dinamika Pasar
Meski dihadapkan pada tekanan makroekonomi seperti pelemahan daya beli, volatilitas nilai tukar rupiah, serta tingginya biaya pendanaan, Pos Properti Indonesia tetap optimistis menatap masa depan. Keyakinan ini didukung oleh mulai meningkatnya permintaan ruang komersial sejak akhir 2025, khususnya dari ekspansi sektor ritel modern, makanan dan minuman (F&B), jasa keuangan, hingga layanan publik yang mengincar lokasi-lokasi strategis berlalulintas tinggi milik perusahaan.
Dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap stabil di kisaran 5 persen serta kuatnya bonus demografi Indonesia, perusahaan yakin fondasi bisnis properti jangka panjang akan tetap kokoh. Melalui transformasi ini, Pos Properti Indonesia memposisikan diri bukan sekadar sebagai pengelola aset, melainkan sebagai enabler ekosistem produktif yang mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.


