spot_img
Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
BerandaEmitenSIG Tancap Gas Transformasi Bisnis, Perkuat Semen Hijau dan Solusi Konstruksi Terintegrasi

SIG Tancap Gas Transformasi Bisnis, Perkuat Semen Hijau dan Solusi Konstruksi Terintegrasi

StockHaven – Kondisi overcapacity serta perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang 2025 tidak membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sekadar mengikuti dinamika pasar. Melalui SIG Infrastructure Summit bertema “Bangga Bangun Indonesia”, Perseroan memaparkan langkah-langkah strategis untuk menyiasati ketatnya persaingan industri semen.

Di hadapan mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, Direktur Sales and Marketing SIG, Dicky Saelan, menyampaikan bahwa SIG terus melanjutkan transformasi bisnis dengan menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Selain itu, SIG juga hadir lebih dekat dengan pelanggan guna memahami kebutuhan dan karakteristik di tiap daerah, sekaligus memperkuat tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.

“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dicky Saelan di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, Desember 2025.

Melalui SIG Infrastructure Summit, Perseroan memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Forum ini sekaligus menegaskan kepemimpinan SIG di industri bahan bangunan nasional, tidak hanya sebagai penyedia solusi semen hijau dan produk turunannya yang ramah lingkungan, tetapi juga layanan jasa pendukung dengan dukungan fasilitas operasi yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan proyeksi pemulihan industri semen dan ekonomi nasional, sektor perbankan menekankan pentingnya pemanfaatan momentum pertumbuhan. VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, mengatakan bahwa berdasarkan kajian internal, penjualan semen nasional masih berpotensi tumbuh sekitar 2,5% pada 2026. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih menghadapi tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi. Kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah, sejalan dengan strategi yang dijalankan SIG dalam menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan konstruksi berkelanjutan di Indonesia melalui penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon. Pada kesempatan yang sama, ia memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses ramah lingkungan sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 90%.

Salah satu produk unggulan tersebut adalah semen hidraulis SIG bermerek PwrPro yang dirancang untuk menghasilkan beton bermutu tinggi sekaligus ramah lingkungan. PwrPro telah terbukti digunakan pada berbagai proyek strategis nasional, antara lain Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, dan Kendal Industrial Park. Selain itu, SIG juga mendorong pemanfaatan produk turunan semen hijau berupa bata interlock presisi sebagai solusi pendukung program pembangunan tiga juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan komitmen Perseroan dalam menyediakan solusi konstruksi yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, seiring dengan arah industri konstruksi global yang semakin mengedepankan dekarbonisasi. Menurutnya, inovasi material dan teknologi menjadi kunci untuk menekan emisi tanpa mengorbankan keandalan infrastruktur.

“Kami meyakini pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan agenda transisi menuju rendah karbon agar tetap kompetitif di tingkat global. Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, menggali peluang proyek strategis, dan bersama-sama menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan Indonesia,” kata Andriano Hosny Panangian.

spot_img

latest articles

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini